Setelah menanyakan mengenai “hal pertama yang dipikirkan saat mendengar alat kontrasepsi remaja” pada teman-teman di kontak bbm, saya tertarik untuk menanyakan pertanyaan lanjutan pada mereka. Saat itu saya nanya “perlu nggak sih remaja dapet informasi tentang alat kontrasepsi?”. Semua seragam menjawab perlu, bahkan ada yang menjawab perlu banget wajib malahan. Hmm.. menarik sekali membaca pendapat mereka mengenai alat kontraspsi remaja ini. Tapi dari puluhan komentar mereka, menurut saya alasan temen saya paling keren itu adalah yang bilang kalau informasi alat kontrasepsi ini perlu banget tapi juga informasi ini harus dibarengi dengan pemahaman mengenai managemen keluarga.
Saya pribadi beranggapan managemen keluarga yang dimaksud adalah keluarga-orang tua. Sebuah keluarga (orang tua) yang memiliki managemen yang baik pasti mikirin dunk gimana perkembangan anak-anaknya, termasuk perkembangan seksual dan reproduksinya. Pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi termasuk alat kontraspsi juga seharusnya jadi bagian “pelajaran” yang diberitahukan orang tua kepada anaknya. Sayangnya masih banyak orang tua yang masih tabu atau merasa anak remajanya belum perlu informasi ini karena toh mereka masih belum akan menikah. Tapi bukannya sekarang era teknologi informasi yah? Anak remaja bisa tahu segala hal hanya dengan berhadapan dengan Mr. Google dan sekali klik! Semua yang ingin remaja tahu ada dihadapannya. Tapi sanyangnya kadang remaja hanya ingin tahu yang bagus-bagusnya atau yang enak-enaknya aja. Setelah itu menelan semua informasi itu dalam otaknya mentah-mentah.
Sampai satu ketika terjadi sesuatu yang sama sekali nggak diharepin terjadi sama kamu, baru deh setelah itu kamu ngeh kalo informasi tentang ciuman, hubungan seksual, petting, dll itu nggak semuanya bener. Plus kamu juga lupa nyari informasi tentang kondom dan alat kontrasepsi lainnya yang bisa mencegah hal buruk terjadi sama kamu. Orang tua kamu juga pasti tiba-tiba kena gempa saat tau hal itu. Sedih banget pastinya tuh orang tua....Nggak mau kan hal itu terjadi sama kita? So, bekali diri dengan informasi yang benar dan sumber yang dapat dipercaya terutama mengenai permasalahan kesehatan reproduksi, kamu perlu kros cek kebenaran suatu informasi sama orang tuamu ato orang yang lebih negertilah. Kalo bisa ajak orang tua berdiskusi biar kamu bisa milih dan memutuskan dengan tepat apa sih yang baik buat kamu sebenernya. _Mola_